Konon kabarnya 6 abad yang lalu terjadilah perpindahan Penduduk dari daerah kubung tigo Baleh kedaerah sirukam dan dari sini terus menuju aliran batang gumanti Sekarang, Mereka yang datang ini adalah ;
- Datuk Rajo Nan Gadang
- Datuk Pituan Rajo Magek
- Datuk Rajo Nan Sati
- Ninik Nan retek
- Ninik Nan Basa
- Gadih Longgah
Mereka ini merupakan sebagai ketua rombongan, tujuan dari perpindahan ini adalah dalam rangka mencari daerah baru, Daerah kubung Tigo Baleh sudah didiami masyarakat dan mereka telah berketurunan, jadi daerah persawahan didaerah ini sudah ada. Didorong dengan masalah ini adanya cita-cita untuk mencari daerah baru yang baik untuk diolah dan ditempati bagi anak cucu mereka kemudian hari. Setelah mereka berangkat dari daerah Sirukam mereka melalui rimba raya dan melwati anak sungai yang mana oleh ninik yang berenam ini sungai ini dinamakan dengan Palangkahan Ninik Nan Berenam yang sampai sekarang bernama dengan Palangki Sesudah melalui sungai ini terus menuju ke Timur, terakhir mereka sampai di sebuah daerah yang sekarang bernama Talaok (Dalam Kenagarian Sarik Alahan Tigo). Mereka menetap didaerah ini membuat peladangan dan persawahan dan mendirikan dusun. Setelah beberapa lama mereka disini, maka ketua rombongan tadi belum merasa puas dan mereka meneruskan perjalanan dengan menyusur Batang Gumanti sekarang yang dahulunya oleh ninik itu dinamakan Batang Tandenan Akhirnya mereka sampai didaerah Talang Babungo sekarang. Setelah rombongan Ninik yang datang dari Sirukam sampai didaerah Talang Babungo sekarang, maka mereka akan kembali dahulu ke Sirukam untuk menjemput sanak Famili mereka Sebelum mereka berangkat Ninik yang bernama Gadih longgah (Cayo Allah) mendapat sejenis tanda mata yaitu dia menemukan serumpun Talang (Buluh) yang mempunyai Bunga, kemudian karena dia (Gadih Longgah) menyukai bunga talang ini, lalu diambilnya, Dia mengatakan pada Dt Rajo Nan Gadang bahwa bunga yang diambilnya itu akan dibawanya pulang ke daerah Sirukam, Setelah mereka kembali ke daerah Sirukam maka ninik Cayo Allah (Gadih Longgah) mengatakan pada orang banyak dengan bangga bahwa dia bersama-sama telah mendapatkan suatu daerah yang baik untuk didiami, Ia mengatakan bahwa yang didapatnya itu, ia menemui Talang nan Babungo Balum Baunian sambil memperlihatkan Bunga Talang yang dibawanya, akhirnya bernamalah hingga sekarang disebutlah Talang Babungo dan hingga saat ini hubungan Talang Babungo dengan daerah asal sebagaimana diatas tetap ada dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Vera Neldy
13 November 2024 11:56:54
Selamat Nagari Talang Babungo sebagai nominator Desa/ Nagari Antikorupsi Sumatera Barat 2024. Semoga...